Energipos.com/Batubara/Bisnis

shadow

2020: Produksi Batubara India Naik 100%

ENERGIPOS.COM, JAKARTA-India merencanakan menaikkan produksi batubara hingga 1 miliar ton pada tahun 2020. Hal ini tentu akan berpengaruh terhadap harga batubara dunia. Perkembangan harga komoditas energi pada tahun ini mengalami penurunan yang belum pernah diperkirakan sebelumnya. Semula, harga komoditas energi khususnya minyak bumi dan batubara selalu diperkirakan akan terus meningkat bahkan harga minyak mentah pernah diperkirakan diatas USD 150/barel. Fakta menunjukkan bahwa minggu lalu harga minyak mentah sempat berada di bawah USD40/barel. Turunnya harga minyak mentah menyerat komoditas energi lain untuk ikut mengalami penurunan termasuk batubara.   Harga Batubara Acuan pada bulan Agustus ini dipatok sebesar USD 59,14 per ton, atau jauh dibawah harga tahun lalu yang berada pada kisaran USD 70-80/ton. Sebagian besar batubara Indonesia diekspor ke China dan India. Menurunnya konsumsi kedua negara besar ini sudah pasti akan menyebabkan harga batubara dunia turun. Penurunan harga komoditas batubara ini nampaknya tidak akan segera berakhir. Perusahaan BUMN India, Coal India Limited mengumumkan rencana untuk menaikkan produksi mereka hingga 900 juta ton pada tahun 2020, atau naik dua kali lipat dibanding tahun ini. Peningkatan produksi ini untuk mengimbangi peningkatan konsumsi domestik di negara berpenduduk terbesar kedua di dunia itu. Sementara itu Indonesia, sesuai dengan paradigma baru pembangunan sektor energi, sudah mencanangkan pengurangan ekspor komoditas energi dalam rangka meningkatkan nilai tambah. Kondisi energi dunia yang dinamis dalam lima hingga sepuluh tahun kedepan, khususnya meningkatnya produksi minyak dan gas Amerika Serikat dan Kanada serta produksi negara-negara OPEC yang terus meningkat, berpotensi akan terus menekan harga komoditas energi termasuk batubara. Apabila kecenderungan ini terus terjadi, dan tidak ada perubahan signifikan dalam pertumbuhan ekonomi dunia, maka harga komoditas batubara cenderung akan terus tertekan  dan berpotensi mengurangi daya tarik investasi batubara serta memerlukan kebijakan pemanfaatan batubara domestik yang lebih progresif (bh).

Baca Juga