Energipos.com/Batubara/Bisnis

shadow

Indonesia Punya Daya Saing Kuat Untuk Perdagangan Batubara Dunia

ENERGIPOS.COM,JAKARTA- Penurunan harga batubara  saat ini harus disikapi dengan baik oleh produsen dalam negeri. Harga batubara diperkirakan akan membaik dalam dua  atau tiga tahun kedepan.

Batubara Indonesia memiliki berbagai keunggulan dalam konstelasi perdagangan batubara  dunia terutama regional. Batubara yang diproduksikan di China saat ini rata-rata tambang bawah tanah dengan biaya mahal.  Jarak pusat-pusat produksi China yang berada di Selatan  juga  membutuhkan transportasi kereta api berjarak 1000-1500 km ke negara-negara konsumen, mungkin juga perlu transportasi laut lagi. Demikian pula dengan Australia mengalami kendala dari sisi jarak yang cukup jauh untuk memasuki pasar Asia Pasifik. Demikian disampaikan oleh Milawarma, Direktur Utama PT Tambang Batubara Bukit Asam dalam acara Seminar Dies Natalis UPN Veteran Yogyakarta, Rabu (18/11). Menurut Milawarma, kandungan batubara Indonesia, meskipun dari sisi kalori tidak setinggi batubara Australia dan China tetapi kandungan abu batubara Indonesia sangat baik atau dibawah 8% sementara batubara China diatas 20%. Demikian pula untuk kandungan belerang, batubara Indonesia tergolong kompetitif. Untuk negara-negara konsumen yang tidak memiliki lahan cukup besar, hal ini menjadi kendala untuk menyimpan abu batubara. Sementara menyangkut proyeksi harga batubara kedepan, Milawarma berpendapat bahwa saat ini memang pasokan lebih besar dari kebutuhan batubara karena perkembangan bauran energi dunia, faktor lingkungan dan lainnya.  Menurut Milawarma, harga akan kembali normal dalam 2-3 tahun kedepan, setelah beberapa lapangan produksi khususnya di China dan Australia tidak lagi ekonomis sehingga akan terjadi keseimbangan kembali antara pasokan dan kebutuhan (bh). 

Baca Juga