Energipos.com/Batubara/Kebijakan

shadow

2019: Konsumsi Batubara Domestik 60% dari Produksi Nasional

ENERGIPOS.COM, JAKARTA-Pemerintah telah mematok konsumsi batubara dalam negeri pada tahun 2019 sebesar 60% dari produksi nasional. Hal ini ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah batubara di dalam negeri. Saat ini produksi batubara Indonesia sekitar 400 juta ton sementara konsumsi dalam negeri sekitar 25% yang digunakan khususnya oleh pembangkit listrik dan industri. Sisanya diekspor. Pemerintah melihat hal ini tidak mendukung peningkatan nilai tambah komoditas energi. Dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014-2019 serta dalam dokumen Rencana Strategis Kementerian ESDM 2014-2019, konsumsi batubara domestik pada tahun 2019 sebesar   60% dari produksi nasional  atau dua kali lipat dari pemanfaatan batubara domestik saat ini. Tentu saja peningkatan ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan batubara yang terus meningkat termasuk untuk memasok sebagian besar kebutuhan pembangkit listrik 35.000 MW yang merupakan program unggulan pemerintah hingga 2019.  Menurut Dwi Hary Soeryadi, anggota Dewan Energi Nasional, kebijakan pemerintah ini sudah tepat dalam rangka meningkatkan nilai tambah batubara dalam negeri. "Sudah saatnya kita optimalkan seluruh nilai tambah sumber daya energi kita untuk pembangunan nasional" ujar Dwi yang ditemui energipos.com beberapa waktu lalu.  Dampak dari kebijakan ini bagi para pengusaha batubara tidak akan signifikan bila konsumen domestik dapat menyerap seluruh produksi batubara nasional.  Menjadi tugas Pemerintah untuk menyiapkan dari sekarang proyeksi pemanfaatan batubara nasional dalam 5 tahun kedepan untuk menjamin industri batubara nasional tetap menarik (bh).

Baca Juga