Energipos.com/Batubara/Kebijakan

shadow

Kerjasama Pemanfaatan Abu PLTU Batubara untuk Infrastruktur

ENERGIPOS, JAKARTA-Limbah batubara dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batubara  berupa “fly ash” dan “bottom ash” akan dimanfaatkan untuk pengembangan infrastruktur pekerjaan umum dan perumahan rakyat. Hal ini dapat dilakukan menyusul ditandatanganinya kesepakatan bersama (MoU) antara Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan berbahaya dan Beracun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  di Jakarta, Jumat (16/10). Menurut data Kementerian ESDM, kebutuhan batubara pada tahun 2019 akan mencapai 166,2 juta ton. Penggunaan batubara ini akan meningkatkan limbah berupa abu terbang (fly ash) dan bottom ash sekitar 5% atau sekitar 8,31 juta ton. Sementara itu, menurut PP 101 tahun 2014, limbah abu batubara ini digolongkan sebagai limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) sehingga memerlukan perlakuan khusus dalam pengelolaannya. Pemanfaatan limbah abu batubara untuk berbagai kegiatan infrastruktur yang dilakukan oleh Kementerian PUPR akan menjadi opsi untuk mengurangi beban pengelolaan limbah abu batubara dan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif dalam mendukung pemenuhan kebutuhan material pembangunan infrastruktur (bh).

Baca Juga